header marita’s palace

Gagal, Coba Lagi!

11 comments
Pernah gagal? Seberapa sering?
Satu kali? Dua kali? Atau berkali-kali?
Aku hanya ingin mengucapkan selamat! Untuk kalian yang gagal tapi tak pernah menyerah dan mundur. Meski kegagalan datang berkali-kali hingga ribuan kali.

Aku ingatkan sekali lagi "kegagalan adalah sukses yang tertunda"

Bukan kenapa gagal, tapi seberapa kuat dan mampu bangkit kembali setelah gagal. Menjadi manusia yang lebih siap dan matang dalam menyusun sebuah rencana.

Kita semua memiliki potensi yang sama, kita semua memiliki peluang yang sama. Hanya saja terkadang kita malu untuk memaksimalkan potensi tersebut. Hanya saja seringkali kita melewatkan peluang-peluang yang ada.

Misalnya seperti ini : kamu saat ini sedang duduk dibangku kelas XII, dimana saat ini kamu sedang dihadapkan dengan beberapa pilihan. Setelah lulus, kamu bisa memilih untuk bekerja atau kuliah melanjutkan ke jenjang berikutnya yang lebih tinggi. Atau mungkin, jika kamu seorang perempuan yang tinggal di sebuah perkampungan yang masih sangat kental adat dan budaya perihal perjodohan tidak menutup kemungkinan untuk kamu (khususnya perempuan) dihadapkan dengan pilihan yang lainnyaa yaitu menikah (dijodohkan)

Well, semua keputusan ada ditanganmu.

Semua yang disebutkan adalah peluang dalam menentukan kehidupanmu yang akan datang. Ingin seperti apa dan bagaimana.

Jika melihat kasus di atas, yang sering menemukan kegagalan adalah ketika memilih untuk melanjutkan pendidikan atau melamar pekerjaan (atau berwirausaha).

Ketika mulai mendaftar ke salah satu perguruan tinggi negeri yang sejak lama sudah diidamkan. Berusaha mati-matian, belajar semampu yang bisa dilakukan tapi pada akhirnya ternyata gagal. 

Ketika gagal inilah pilihan sesungguhnya dimulai. Memilih untuk menyerah dan meninggalkan mimpi atau mencoba kembali ditahun berikutnya.

Pun sama, jika pilihan itu perihal pekerjaan. Sudah berpuluh-puluh surat lamaran kerja dikirim ke berbagai perusahaan dari Sabang sampai Merauke. Tapi belum ada satupun yang memanggil untuk tes kerja. Satu bulan, dua bulan bahkan satu tahun menunggu. Lantas, sudahkah disebut gagal? Menyerah kemudian berstatus pengangguran selamanya atau terus mencoba sampai berhasil, itulah pilihan sesungguhnya yang harus dipilih.

Tak hanya dalam dua hal tersebut. Teruntuk upaya dalam hal apapun. Kegagalan pasti akan menghampiri. 

Bukan kenapa gagal, tapi sudah bangkitkah setelah mengalami kegagalan?

Jika baru menemukan kegagalan beberapa kali kemudian menyerah, apakabar dengan Thomas yang mengalami kegagalan hingga ratusan kali melakukan percobaan lampu pijar sampai akhirnya kegagalan itu bisa dinikmati oleh penduduk bumi hingga saat ini. 

Apakabar dengan J.K Rowling yang pernah mengalami kehidupan teramat getir. Berstatus janda karena cerai, menderita penyakit dan pengangguran dengan dua orang anak. Film Harry Potter yang banyak dikagumi masyarakat adalah hasil dari karyanya.

Lalu, bagaimana dengan Stephen King yang mengalami 30 kali penolakan oleh penerbit dalam novel pertamanya yang berjudul Carrie hingga pada akhirnya novel itu sudah ratusan kali dicetak ulang.

Seorang ilmuan Einstein yang mengalami keterlambatan dalam berbicara hingga usia 4 tahun tapi kini teori relativitasnya digunakan dalam dunia pendidikan.

Menteri pendidikan saat ini, Nadiem Makarim dalam bisnis angkutannya Go-jek mengalami vakum 1 tahun dan terancam bangkrut tapi kini angkutan Go-jek masih bisa dinikmati dan banyak membantu dalam memudahkan transportasi. 

Satu lagi, mantan Menteri kelautan Susi Pudjiastuti yang mengalami Drop Out ketika duduk dibangku SMA. Kemudian memilih menjadi seorang pebisnis hingga saat ini.

Beberapa nama-nama yang disebutkan adalah mereka yang lebih memilih bangkit setelah menemukan kegagalan. Tidak berpasrah dengan nasib dan keadaan. Membuang jauh-jauh pikiran negatif dalam diri. Bahkan mungkin menutup telinga dengan cibiran manusia sekitarnya. 

Satu ayat penutup sebagai pengingat

"..... Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri....."

(QS. Ar-Ra'd : Ayat 11)

Pilihan ada dalam genggaman. Orang yang kuat adalah mereka yang terus bangkit setelah menemukan kegagalan.




Salam semangat dari kantor MA Ash-Shalah Kaliwadas, Sumber-Cirebon
Maftuha
Seorang istri dari laki-laki bernama Muhidin Sidiq yang saat ini aktif dalam dunia tulis menulis. Menerima job content writer lepas, sudah menerbitkan buku berjudul "Dia yang Pergi" dan "This is My Way" juga belasan antologi lainnya. Penyuka buku motivasi juga psikologi yang hobi nongkrong di tempat makan untuk merefreshkan pikiran.

Related Posts

11 comments

  1. kuat dilakoni, nek ra kuat ojo ditinggal mati..,. 😂😂😂

    ReplyDelete
  2. enggak ada manusia yang enggak pernah gagal...kegagalan sesungguhnya jika terus terpuruk dan enggak ada niat kuat untuk bangkit

    ReplyDelete
  3. Orang yang tak pernah gagal tidak layak memiliki air mata



    Semangat mba

    ReplyDelete
  4. Aku juga jadi inget pendiri Ali Baba. Jack Ma. Pengusaha keren yg anti menyerah..

    ReplyDelete
  5. Setujuu... namanya dunia ya wajar klo gagal. Kegagalan kita justru menjadi hal penting untuk pijakan selanjutnya... yukk jangan lemah mental. Terus melajuuuu

    ReplyDelete

Post a Comment