header marita’s palace

Perempuan Hebat

8 comments
Hari ini, 8 Maret 2020 jatuh pada hari ahad adalah tanggal untuk memperingati hari perempuan internasional.

Sekilas kita flashback tentang perempuan terdahulu. Jika berkaca kepada sejarah islam terkhusus melihat bangsa Arab, betapa seorang perempuan tak ada harganya sama sekali. Dipandang sebelah mata, tak punya reputasi. Bahkan setiap bayi perempuan yang lahir dikubur hidup-hidup.

Sampai pada akhirnya Allah mengutus seorang laki-laki yang pada akhirnya menjadi penutup para nabi serta membawa misi rahmatan lil 'alamin sehingga perempuan diangkat derajatnya dan menjadi terhormat.

Meninggalkan sejarah para nabi, Indonesia juga memiliki sejarah tentang perempuan. Raden Ajeng Kartini atau biasa orang menyebutnya dan menuliskannya R.A Kartini. Pahlawan perempuan dari kalangan priayi, yang sering membaca tulisan-tulisan untuk mengetahui dunia luar. Emansipasi wanita, itulah yang dibawa oleh R.A Kartini untuk mengangkat kedudukan perempuan sehingga bisa setara dengan laki-laki. Perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam hal mencari ilmu serta dalam kehidupan sosial.

Hari perempuan internasional juga di latar belakangi oleh sebuah peristiwa yang terjadi 50 tahun silam. Dimana seorang buruh perempuan menuntut hak terkait upah yang didapat sangat rendah dan dibubarkan secara paksa pada tanggal 8 Maret tersebut. 

Kemudian pada tahun 1977, Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai perayaan tahunan oleh perserikatan bangsa-bangsa (PBB) untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia. (Wikipedia, 08-03-2020)

Jika kita membedah sejarah, sangat banyak kisah tentang perempuan-perempuan yang hebat. 

Perempuan itu sangat berharga, maka jangan sekali-kali menjatuhkan harga dengan murah atau mungkin menjadikannya tak memiliki nilai. 

Teruntuk para perempuan yang membaca tulisan ini, aku hanya ingin berbagi semangat bahwa perempuan hebat itu bukan yang merendahkan laki-lakinya. 

Bukan karena karirmu lebih tinggi lantas kamu dengan sombong merendahkan lelaki. Kamu tetap hebat tanpa merendahkan orang lain.

Dewasa ini, aku merasa heran. Kepada perempuan yang lebih memilih menyerah dalam hidup dengan mengakhiri kehidupannya. Atau bahkan merelakan kesuciannya untuk dapat bertahan hidup. 

Tidakkah sedikit menghargai perjuangan perempuan-perempuan terdahulu, yang telah bersusah payah supaya perempuan tak lagi dipandang sebelah mata dan kembali terinjak.

Gerbang sebuah peradaban adalah perempuan. Jika perempuan saat ini lebih memilih untuk diam. Lebih memilih untuk menjad lemah dan lebih parahnya memilih menjadu tak ternilai. Bagaimana kelak sebuah bangsa akan menuju sebuah peradaban yang lebih maju. 

Teruntuk perempuan, dimanapun kalian berada. Saat ini dan untuk seterusnya, jadilah sebuah perempuan yang akan membawa generasi menuju peradaban lebih maju.



Dalam rinai hujan, dalam hati yang tak tentu. Selamat bermalam senin. Salam manis dari gadis desa yang berjuang untuk optimis :D.

Cirebon, 08-03-2020

Maftuha
Seorang istri dari laki-laki bernama Muhidin Sidiq yang saat ini aktif dalam dunia tulis menulis. Menerima job content writer lepas, sudah menerbitkan buku berjudul "Dia yang Pergi" dan "This is My Way" juga belasan antologi lainnya. Penyuka buku motivasi juga psikologi yang hobi nongkrong di tempat makan untuk merefreshkan pikiran.

Related Posts

8 comments

  1. Para perempuan yang terpaksa menanggalkan kesuciannya pun,bisa jadi mereka adalah pahlawan. Mereka merelakan dirinya hancur dan tak lagi berharga, demi bisa mengisi perut dan menegakkan perut orang yang mereka sayangi.

    Maka, saling menyangga satu sama lain mutlak tak terhindarkan. Agar tak ada lagi yang terpinggirkan dan terhinakan.

    Rahayu sagung dumadi 🙏 memayu hayuning bawono 🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya menjadi pahlawan. Tapi tidak bisa dibenarkan -_- :'(
      Sama aja kaya kaya cerita tentang pemuda (lupa, jaka tarub bukan) yang membagikan uang kepada rakyat jelata tapi hasil mencuri -_-

      Delete
  2. Dan peran kita sebagai perempuan itu bukanlah peran kecil. Di tangan kita lah kualitas generasi penerus dan kualitas peradaban berikutnya ditentukan.

    ReplyDelete
  3. Perempuan,kekuatan di balik kelembutan

    ReplyDelete
  4. Perempuan hari kuat, berani, tetapi tetap pada kodratnya

    ReplyDelete

Post a Comment