header marita’s palace

Tips Persiapan Pernikahan Budget 16 Juta Rupiah

2 comments
Tidak sedikit pasangan yang mengalami sebuah dilema saat memutuskan untuk melangkah ke jenjang berikutnya yaitu pernikahan. Melakukan persiapan pernikahan adalah hal yang sangat perlu diperhatikan. Belum lagi adanya acara adat yang ada di masyarakat membuat pasangan semakin galau karena hanya memiliki budget yang minim. Nah, jika Anda ingin menikah tetapi memiliki budget yang minim boleh dicoba beberapa tips persiapan pernikahan minim budget berikut ini.

Persiapan pernikahan

Persiapan Pernikahan Kedua Mempelai


Sebelum melangkah kepada persiapan budget untuk menikah, ada hal yang lebih diperhatikan terlebih dahulu perihal kesiapan salah satunya adalah persiapan pernikahan pada tiap pasangan. Dalam kajian pra nikah seringkali disinggung dibagian awal perihal niat. Niat untuk menikah itu untuk apa dan seperti apa. Karena menikah adalah menggenapkan setengah syariat, menikah adalah ibadah terlama bagi setiap insan begitu menurut ustaz dalam kajian tersebut.

Secara tidak langsung sang ustaz ingin memberitahukan bahwa menikah itu perlu ilmu, kesiapannya tidak hanya dalam bentuk financial tetapi juga masalah mental dan juga kesiapan ilmunya. bahkan menikah bisa jadi hal yang dilarang oleh syariat jika niat dari sebuah pernikahan adalah untuk membalas dendam. Jadi perbanyak ilmu terlebih dahulu sebelum mempersiapkan hal yang lainnya.

Persiapan pernikahan mempelai

Ilmu pernikahan itu sangat luas, tidak hanya sebatas hubungan suami dan istri yang bersatu, tetapi juga adanya adab diantara keduanya. Selain itu ada pula ilmu untuk mengelola rumah tangga, ilmu psikologis dalam kaitan saling memahami dan mengerti juga ilmu-ilmu yang lainnya.

Setelah ilmu dirasa mantap, maka hal berikutnya yang harus dipersiapkan adalah mental. Sudahkah siap untuk menghadapi orang baru yang kelak akan menajalani kehidupan bersama, sudahkah siap dengan segala ujian rumah tangga seperti nyinyiran tetangga atau ujian dalam bentuk lain seperti financial yang minim, belum diberikan keturunan, melihat karakter asli pasangan yang diluar ekspektasi dan lain sebagainya.

Jika memang mental sudah siap dalam menghadapi segala hal yang akan terjadi, kembali lagi untuk mantapkan niat. Niatkan pada diri bahwa menikah bertujuan untuk ibadah yang mengharapkan ridha Allah Subhanahu Wata’ala semata. Itulah petuah yang guru saya pernah bilang saat kami berbincang perihal bab munakahat dan saat itu saya sedang betah-betahnya menjomlo (singlelillah) hihi.

Jujurly saat saya memutuskan untuk menikah pun banyak sekali hal yang saya pikirkan dan pertanyaan yang timbul pada diri. Saya pun selalu merasa tidak siap untuk melangkah menuju bahtera rumah tangga. Guru saya selalu memberikan nasihat, pandangan bahkan saya pun hendak dijodohkan oleh beliau dan saya hanya bisa pasrah. Tetap saja dalam diri merasa berat dan merasa tidak siap.

Sampai pada akhirnya saya pun mencoba untuk ikhlas terhadap takdir yang menimpa saya. Saya menerima pinangan dari seorang laki-laki yang tidak asing lagi bagi saya, entah angin apa yang membuat dia begitu yakin dan mantap untuk menikah padahal saat itu kondisi keuangannya  tidak baik karena saat itu dia tidak memiliki pekerjaan.

Reaksi saya pun sebenarnya menolak, kehidupan rumah tangga yang seperti apa kelak yang akan dibangun. Saya pun berusaha menolak dengan alasan penganggurannya tetapi pihak keluarga selalu meyakinkan bahwa Allah yang mengatur. Di sini pun saya seolah sedang membuktikan ayat Allah tentang rezeki orang yang menikah.
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Ny), maha mengetahui. (Q.S An-Nur: 23)"
Ayat di atas pun benar-benar terjadi dalam kehidupan saya. Tidak lama setelah kami menikah, Allah selalu mencukupkan rezeki untuk kami. Suami mendapat kerjaan saya pun mendapat penghasilan dari menulis. Meski pendapatan saya tidak tetap dan kami sangat bersyukur bisa merasakan bukti nyata ayat Allah. Allah Maha luas dan Maha mengetahui

Persiapan Pernikahan Era New Normal


Saat new normal, banyak kebijakan yang dilakukan pemerintah salah satunya pembatasan tamu undangan dalam acara pernikahan. Satu bulan sebelum acara pernikahan berlangsung saya memastikan terlebih dahulu kepada aparat desa terkait pelaksanaan resepsi penikahan. Aparat desa membolehkan (padahal hati saya berharap dilarang) dengan catatan tetap mematuhi prokes yakni disiapkannya tempat mencuci tangan, menjaga jarak, juga disediakan cek suhu. Selain itu ada juga berkas yang harus diurus terlebih dahulu seperti :

1. Lapor Kepada Kecamatan
2. Lapor Ke Kantor Kepolisian (polsek setempat)
3. Lapor Ke TNI
4. Lapor ke BaBinSa (Bintara Pembina Desa)

Namanya prosedur dan demi kebaikan bersama saya pun melakukannya dan mendapat satu lembar kertas untuk perizinan acara pernikahan saya. Perlu Anda ketahui, saat mengurus surat-surat di atas akan dikenakan biaya 500.000 rupiah jika Anda menggunakan jasa orang lain untuk mengurusnya entah itu sekertaris desa atau orang-orang yang berada di kantor desa.

Tips Melangsungkan Pernikahan Minim Budget


Saat Anda memiliki budget yang minim alangkah baiknya jangan memaksakan kehendak supaya terlihat mewah apalagi kondisi saat pandemi. Jangan sampai juga demi membahagiakan orang lain, Anda rela berhutang kesana kemari untuk melangsungkan acara pernikahan. Oleh sebab itu saya ingin berbagi sedikit tips terkait persiapan pernikahan dengan budget seadanya.

Tips persiapan pernikahan


1. Persiapan Administrasi

Biaya administrasi ini mencakup pengurusan surat pelaksanaan penyelenggaraan pernikahan seperti yang dijelaskan di atas, membayar administrasi ke kelurahan sebesar 900 ribu, dan meminta surat izin menumpang nikah (jika calon mempelai laki-laki beradal dari luar kota). Sebenarnya jika melangsungkan pernikahan di KUA maka tidak dikenakan administrasi hanya menyiapkan kelengkapan dokumen saja. Kemudian jika mengurus surat covid itu juga gratis jika tidak meminta bantuan kepada aparat desa yang mengurusnya. Jadi bisa lebih hemat lagi, bukan?

2. Hilangkan Sesi Pra-wedding

Jika Anda memiliki budget yang sangat minim, Anda bisa menghilangkan beberapa listing misalnya saja sesi pra-wedding ini. Karena informasi yang saya dapat untuk sesi ini biaya yang dikeluarkan minimal diangka 1 juta hingga 2 juta rupiah.

3. Resepsi sederhana

Karena budget yang minim juga kondisi masih pandemi, Anda bisa menghemat budget untuk mencetak undangan. Pilihlah teman yang sekiranya masih sering dijumpai juga teman terdekat. Jangan sampai teman sejak TK semua di list padahal bisa jadi sudah lupa. Pilihan lain, Anda bisa mengunakan undangan versi digital.

Tetapi untuk yang masih tinggal di daerah pedesaan atau kampung lebih baik menggunakan undangan versi cetak. Dalam memilih undangan versi cetak pilihlah harga yang cukup rendah tetapi tetap elegan misalnya saja diharga 1.500/ lembar.

Setelah perihal undangan oke, selanjutnya pemilihan dekorasi. Pilih juga harga yang sesuai kantong tetapi tetap terlihat mewah. Hal ini bisa didiskusikan kepada penyedia jasa.

Kemudian untuk dekorasi pelaminan, kerahkan semua pasukan (keluarga : kakak, adik, om, tante dan lain-lain). Saat itu saya dibantu oleh kakak kandung saya yang secara kebetulan memiliki alat juga kemampuan mendekor. Untuk make-up pengantin, saya juga dibantu kakak ipar saya yang jago merias. 

Terakhir, untuk hidangan tamu undangan lebih baik menggunakan jasa tetangga untuk membantu memasak dibandingkan harus memesan catering. Hal ini tentu saja akan cukup menghemat juga kebersamaan serta sikap saling tolong menolong masih tetap terbangun.

Sekiranya, itulah beberapa hal yang bisa saya bagikan berdasarkan pengalaman saya dalam melakukan persiapan pernikahan. Saat itu saya sangat bersyukur karena banyak pihak yang membantu. Seolah hal tersebut adalah salah satu tanda Allah ridha atas pernikahan saya dan suami. 
Semoga tips persiapan pernikahan dengan budget minim bisa membantu Anda yang ingin melangsungkan pernikahan. Saran dari saya, jangan sampai memaksakan kehendak sampai berhutang. Oh, ya, kalau kata adik saya, mumpung pandemi. Nikah bisa hemat karena tidak perlu mengundang banyak orang. Hihi

Maftuha
Seorang istri dari laki-laki bernama Muhidin Sidiq yang saat ini aktif dalam dunia tulis menulis. Menerima job content writer lepas, sudah menerbitkan buku berjudul "Dia yang Pergi" dan "This is My Way" juga belasan antologi lainnya. Penyuka buku motivasi juga psikologi yang hobi nongkrong di tempat makan untuk merefreshkan pikiran.
Newest Older

Related Posts

2 comments

  1. Lebjh hemat lagi, cukup esensinya, Ijab Qobul, Sah, bagikan kotakan ke tetangga.

    Barokallah mb. Semoga menjadi keluarga yang dipenuhi asmara +(assakinah mawaddah warahmah)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggih pak bener. Konsep awal saya juga gtu tadinya. Tapi yang namanya tradisi apa boleh buat.

      Aamiin allahumma aamiin. Semoga bapak sekeluarga juga

      Delete

Post a Comment