header marita’s palace

Benarkah Vitamin D Mampu Mengatasi Covid-19?

24 comments
Salah satu vitamin yang hangat diperbincangkan saat ini adalah vitamin D. Konon katanya vitamin D ini mampu menangkal virus yang sedang mewabah sejak tahun lalu yakni virus covid-19 atau corona. 
Semua masyarakat pun percaya akan hal informasi ini. Bahkan ada anjuran untuk berjemur di pagi hari. Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah benar jika vitamin D mampu mengatasi covid-19? Untuk itu alangkah lebih baik jika kita mengenal lebih dekat dengan vitamin D.

Vitamin D mengatasi covid



Sudahkah mengetahui sumber dan manfaat vitamin D


Dengan kondisi saat ini, sangat penting bagi kita untuk memilah serta memilih tentang segala informasi yang didapat. Bukan tanpa sebab, berita hoaks ditengah kondisi pandemi ini sangatlah banyak beredar. Berita hoaks bisa terjadi karena adanya salah seorang yang mendapat informasi lalu kemudian dengan segera membagikannya di sosial media dengan kata-kata yang cukup meyakinkan.

Padahal orang tersebut belum mengecek kebenarannya atau hanya melihat headline tanpa membuka isi dari headline tersebut. Kemudian info yang dibagikan tadi diterima oleh karakter orang yang sama pula hingga akhirnya mencuatlah berita tersebut tanpa kevalidan data yang tepat. Memang, seharusnya budaya membaca di Negeri tercinta ini harus segera digalakkan kembali.

Sudah banyak kejadian yang membuat negeri ini terkesan lucu. Misalnya saja berita tentang susu beruang yang kemudian seketika menjadi langka serta menjadi rebutan. Padahal sesungguhnya susu ini tidak ada kaitannya dengan covid-19. Maka dari itu jangan sampai salah infromasi lagi terkait vitamin D ini.

Sebagai warga negara yang cerdas alangkah baiknya untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang vitamin D yang katanya mampu mengatasi virus corona. Mengetahui sumber serta manfaat vitamin ini dirasa sangat perlu bahkan terkait dosis pun harus diketahui. Karena segala sesuatu yang berlebihan pastilah tidak baik bukan?.

Sumber Vitamin D

Vitamin D


Bukan rahasia umum jika vitamin D adalah salah satu vitamin yang mudah didapat. Bahkan secara gratis, karena berasal dari sinar matahari. Vitamin ini memang sangat diperlukan pada tubuh manusia yakni hampir 80% manusia membutuhkan vitamin ini.

Perlu diketahui juga bahwa jenis vitamin ini terbagi menjadi dua yakni vitamin D2 dan vitamin D3. Perbedaan dari kedua vitamin tersebut adalah salah satunya didapat dari sumber makanan yang kita dapat, yaitu vitamin D2. Sedangkan untuk vitamin D3 biasanya diperoleh dari paparan sinar matahari.

Vitamin D3 memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan vitamin D2 karena vitamin D3 cukup efektif untuk membantu penyerapan lebih cepat mineral kalsium. Vitamin D juga dikenal sebagai vitamin yang diperuntukkan untuk menjaga kepadatan tulang dan dapat menguragi risiko patah tulang. Itulah alasan pentingnya vitamin D dalam tubuh.

Terkait dengan vitamin D(vitamin D2) yang berasal dari makanan, tentu saja tetap diperlukan dan tidak kalah penting meskipun vitamin D3 lebih unggul. Akan tetapi teruntuk tubuh yang memiliki banyak aktivitas di dalam ruangan asupan vitamin D2 sangat dibutuhkan. Lantas makanan apa saja yang mengandung vitamin D2, berikut diantaranya:

Sumber vitamin-D



Kuning Telur

Teruntuk anak rantau yang sering sekali menjadikan telur sebagai makanan alternatif. Ternyata di dalam telur juga mengandung vitamin D, tidak hanya sekedar protein. Bagian yang mengandung vitamin D adalah bagian kuning telurnya. Meski kadarnya tidak banyak hanya sekitar 5% atau 37 SI dari kebutuhan harian.

Ikan Berlemak

Ikan Tuna, ikan Sarden dan ikan Salmon dikenal sebagai makanan yang bisa menghasilkan sumber vitamin D. setiap 100 gram ikan sarden memiliki kandungan 177 SI dan dalam 100 gram ikan salmon terdapat 988 SI dengan takarannya tersebut setidaknya sekitar 22% dapat memenuhi asupan harian vitamin D dalam tubuh.

Hati Sapi

Hati sapi memiliki kadar yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan makanan yang lain. Namun, meski hanya sedikit sumber vitmin D yang didapat adalah vitamin D3. Pada setiap 3,5 ons terdapat kandungan vitamin D sebesar 50 SI. Teruntuk hati sapi, sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena memiiki kadar koleterol yang tinggi.

Minyak Ikan

Mungkin tidam asing lagi ditelinga saat mendengar kata minyak ikan kod. Kata-kata tersebut seringkali muncul diiklan televisi. Minyak ikan kod bisa menjadi saah satu alternatif bagi yang tidak suka makan ikan. Konon setiap takar 1 sendok teh memiliki kandungan sebesar 448 SI.

Manfaat dari Vitamin D

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Manfaat dari vitamin D dalam tubuh adalah sebagai vitamin yang diperuntukkan untuk kesehatan tulang dan otot. Dalam pembentukan hormon kalsitriol yang diperuntukkan untuk menyerap kalsium dari makanan vitamin D sangatlah dibutuhkan. Jika tidak ada vitami D maka hormon tersebut akan sulit terbentuk.

Vitamin D juga sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatah ibu dan janin. tidak jarang dalam kemasan susu yang diperuntukkan ibu hamil pastilah tertera mengandung vitamin D. Vitamin D sangat dibutuhkan oleh ibu hamil karena ibu sangat berisiko kehilangan kebutuhan kalsium tersebab ada janin di dalamnya. Sehingga viamin D haruslah terpenuhi oleh ibu hamil demi kesehatan keduanya.

Manfaat vitamin D yang lain adalah dapat mencegah penyakit autoimun seperti penyakit Multiple Sclerosis yang konon katanya penyakit ini sering terjadi kepada wanita. Selain itu juga vitamin D berperan sebagai Imunosupresan pada rematik. Juga dapat bermanfaat untuk sistem imun pada tubuh supaya berfungsi secara normal.

Dosis Pas Vitamin D

Seberapa banyak, sih, asupan vitamin D bagi setiap tubuh manusia? Apakah semua usia dan jenis kelamin sama kadarnya?. Oleh karenanya memperhatikan dosis vitamin D untuk tubuh pun perlu. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa segala sesuatu yang berlebihan pastilah kurang baik.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan ternyata kebutuhan vitamin D ini berbeda setiap usia juga jenis kelamin. Untuk bayi yang masih berusia 1-11 bulan dibutuhkan 10 mikrogaram per hari, untuk anak-anak usia 1-9 tahun, laki-laki dan perempuan usia 10-64 tahun dibutuhkan 15 mikrogram per hari, dan untuk laki-laki dan perempuan dengan usia diatas 65 tahun membutuhkan 20 mikrogram per hari.

Dari informasi di atas dapat disimpulkan bahwa semakin bertambahnya usia, maka asupan vitamin D pun meningkat per harinya. Jadi jangan sampai kekurangan vitamin D, ya.

Setelah mengenal berbagai macam jenis vitamin D juga manfaatnya bagi tubuh, yang menjadi persoalan selanjutnya adalah apakah benar vitamin D ini mampu mengatasi covid-19 sehingga digadang-gadangkan bagi para penderita covid atau yang terpapar covid sangat dibutuhkan asupan Vitamin D.

Hubungan Vitamin D dengan Pencegahan dan Pengobatan Virus Covid-19


Tidak lama setelah covid-19 dinyatakan sebagai pandemi berbagai informasi pengobatan pun mulai bermunculan, salah satunya yakni adanya gerakan berjemur di jam 9-10 pagi, info terebut pun sampai hingga ke kamung tempat saya tiggal.

Susana kampung dipagi hari pun menjadi ramai orang berjejer di bawah sinar matahari. Padahal biasanya banyak orang yang tidak mau terpapar sinar matahari karena takut akan kulit yang berubah menjadi gelap. Namun sayangnya informasi terkait gerakan menjemurkan badan di pagi hari ini tidak secara terperinci.

Akhirnya warga pun memiliki asumsi masing-masing. Ada yang berasumsi berjemur di pagi hari pada ukul 7-8 pagi, ada yang jam 9, bahkan ada yang jam 11 (kalau ini kayaknya udah kesiangan,yak). Entah mana yang lebih tepat. Infromasi yang terkahir di dapat lebih baik berjemur di pagi hari pada pukul 9-10 pagi dan cukup 15 menit lamanya. Allahu’alam.

Berbagai penelitian tentang vitamin D pun terus diupayakan. Memang vitamin D memiliki peran sebagai sistem imun dan juga berbagai penyakit saluran nafas. Hal ini dilakukan dengan meta analisis, Bergman et al memberikan pernyataan tentang vitamin D sebagai profilaksis yang mampu mengurangi risiko infeksi saluran pernapasasn.

Martineau et al juga ikut memberikan informasi terkait suplementasi vitamin D yang memiliki efek protektif terhadap infeksi saluran pernapasan. Hal ini semakin terlihat pad pasien dengan kadar vitamin rendah yakni <10 ยตg/mL (<25 ยตmol/L).

Menurut informasi lain yang saya dapatkan terkait hubungan kekurangan vitamin D dengan infeksi virus covid-19 yakni banyaknya pasien covid-19 yang memiliki angka kematian yang tinggi berasal dari negara dengan kadar vitamin D rendah. Hal ini dikemukakan oleh penelitian dari tim peneliti Universitas Northwestern.

Namun, hal tersebut masih belum dikatakan final karena masih harus melakukan penelitian lebih lanjut. Begitu pula dengan Prof. Zubairi Djoerban melalui laman instagramnya mengungkapkan bahwa “Belum cukup data untuk bisa bilang bahwa vitamin D dapat mencegah seseroang terinfeksi covid-19”.

Menurut Prof Zubairi pun masih kurang cukup bukti bahwa vitamin D mampu mencegah seorang terkena covid-19, bahkan izin pun tidak dikeluarkan oleh FDA (Foof Drug Administration) terkait vitamin D yang bisa  dijadikan bagian dari pengobatan covid-19.

Berdasarkan informasi yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa pernyataan tentang vitamin D Mampu Mengatasi Covid-19 belumlah tepat karena masih banyaknya penelitian yang harus dilakukan. Meski demikian vitamin D memang tetap dibutuhkan oleh tubuh tetapi bukan untuk pencegahan apalagi pengobatan covid-19. Pencegahan terbaik saat ini supaya tidak terpapar covid adalah dengan menerapkan prokes.

Salam sehat, salam semangat, stay safe ya...
Maftuha
Seorang istri dari laki-laki bernama Muhidin Sidiq yang saat ini aktif dalam dunia tulis menulis. Menerima job content writer lepas, sudah menerbitkan buku berjudul "Dia yang Pergi" dan "This is My Way" juga belasan antologi lainnya. Penyuka buku motivasi juga psikologi yang hobi nongkrong di tempat makan untuk merefreshkan pikiran.

Related Posts

There is no other posts in this category.

24 comments

  1. Wah... Keknya pembahasan kita sama nih kak ๐Ÿ™ˆ

    ReplyDelete
  2. Aku baca banget nih yang perbedaan pendapat orang2 tentang jam berjemur wkwkwk. Tapi memang vit.D penting bgt ya terlepas ada covid atau nggak. Kalau covid jelas yg utama prokes dan meningkatkan imun ;) thanks kak infonya lengkap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, kak. Bagian ngakak ya, kak yang jam berjemur ๐Ÿ˜‚

      Delete
  3. Vitamin D walau belum sepenuhnya terbukti untuk pengobatan covid, disisi lain banyak pentingnya nih..
    Bahkan bayi baru lahir aja butuh vit D biar gak kena penyakit kuning.. Walau gratis, tapi banyak manfaatnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget buunnn. Allah mah maha baik. Nyiapin yang gratis buat kesehatan ๐Ÿ˜

      Delete
  4. Baru aja berapa hari lalu ikut webinar sama dokter anak bilang kalau ternyata mitos yang mengatakan bahwa sinar mata mampu menyembuhkan covid-19. Wkwk aku pun sempat kemakan hoax

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi. Lebih pandai lagi dalam menanhkap informasi, ya, bun. ๐Ÿ˜

      Delete
  5. Hmmm...jadi terbuka mataku nih kak abis baca ini, karena barusan ngalamin orang-orang yang panic buying beli vit D ber botol2 besar :').
    Semoga lekas sembuh dunia ini :') hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, orang indonesia ini suka panic buying-nya kebangetan. Padahal belum pasti akurat informasi yang didapat.

      Delete
  6. Aku sendiri menuruti apa yang dibilang orang orang aja. Selain konsumsi vitamin D dalam bentuk obat. Tapi seringnya malah kesiangan :D

    ReplyDelete
  7. Covid ga covid aku banget nih butuh banyak vitamin D secara berkali kali hamil dan menyusui hehe thanks infonya mba

    ReplyDelete
  8. Emang kok "Welcome to Indonesia negeri pada... "

    Hehehe. Emang lucu kok mbak, dulu sebelum susu beruang ada yng memboomingkan telur mbak bisa menangkal virus lha lak lucu se.

    Duh aneh2 pokoknya.

    Infonya mau aku catet mbak.

    ReplyDelete
  9. Kebiasaan orang kita ya mb, belum baca sampai akhir sudah ditelan mentah-mentah..
    Makasih informasinya mb

    ReplyDelete
  10. ARtikelnya saling melengkapi ya mbak. aku juga bahas vit D nih setelah 3x riset heheheh

    ReplyDelete
  11. Uniknya media massa bisa menggiring opini publik lalu percaya begitu saja. Perlu banyak referensi terpercaya agar terhindar dari hoaks. Daripada bingung2, vitamin D alami ya rutin berjemur pagi sampai batas jam 10 pagi. Sekalian membakar lemak. Thx infonya

    ReplyDelete
  12. Nah iya aku jadi bingung kenapa tiba tiba vitamin D jadi mahal, kan ceritanya aku mau rutin minum vitamin D untuk penguatan tulang, karena harga melambung aku ga beli dulu

    ReplyDelete
  13. sudah terlalu sering baca informasi kalo vit CDE yang diperlukan utk meningkatkan imun tubuh sehingga bisa kebal dr segala virus ga cuma Covid..

    ReplyDelete
  14. Banyak banget ya berita hoax, yang "katanya" ini itu menyembuhkan virus C19. Seperti contohnya Vit. D ini. Padahal dr sekolah, gak pernah tu menwgaskan kalo semua Vitamin menyembuhkan tubuh dari virus kan ya, tapi menguatkan imun tubuh iya.

    ReplyDelete
  15. Thanks kak, tapi meski di Indonesia matahari melimpah tapi menurut jurnal masih banyak yang kekurangan vitamin D lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya karena itu kemabli ke individunya. Apalagi zaman skearang, kan. Orang-orang pada mager

      Delete
  16. Karena kondisi pandemi ini aku jadi rajin berjemur di jam-jam tertentu untuk menambah masukan vitamin D gratis dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  17. Di rumah kami rajin berjemur alias moyan katau kata orang sunda.. salah satu tujuannya utnuk mendapatkan vitamin D yang gratis .. lumayan kalau harus beli mahal juga.. anyway, semoga semua sehat dan bisa terhindari dari wabah covid ini ya

    ReplyDelete
  18. Kalau aku siy tetap konsumsi vitamin D kapsul atau minyak ikan trus berjemur setiap hari. Ada covid atau gak itu tetap menyehatkan.

    ReplyDelete
  19. Banyak yg termakan hoaks ttg vitamin D ini ya, tapi memang vit.D itu bagus untuk meningkatkan imunitas tubuh, jadi sebenernya bukan sebagai obat covid tapi sebagai perlindungan tubuh terhadap virus2 dari luar

    ReplyDelete

Post a Comment